Simulasi Operasi Waduk Lamong untuk Kepentingan Air Baku dan Irigasi

Andi Sulistiono, Dadan Rahmandani, Joko Triyono
*

Sari


Daerah Aliran Sungai (DAS) Lamong berada di wilayah Kabupaten Lamongan dan Mojokerto untuk bagian hulu, Kabupaten Gresik dan Kodya Surabaya untuk bagian hilir. Luas DAS Lamong ± 720 km2 dengan panjang alur sungai utama ± 103 km. Keadaan hidrologi DAS Lamong dalam keadaan kritis, akibatnya, sebagian besar wilayah DAS Lamong yang berada di wilayah Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya, setiap tahun mengalami banjir akibat luapan Kali Lamong. Sebaliknya di bagian hulu yaitu Kabupaten Lamongan selalu kekurangan air pada musim kemarau. Penelitian ini, inflow Waduk Lamong diperoleh dengan metode bangkitan data dengan menggunakan metode Thomas Fiering. Data aliran historis diperoleh melalui simulasi pengalihragaman hujan menjadi aliran model Mock dengan menggunakan data hujan Stasiun Bluluk, data hujan Stasiun Ngimbang dan data hujan Stasiun Mantup dan data pengukuran debit Stasiun Boboh tahun 1995 - 1997. Perhitungan kebutuhan air baku berdasarkan kriteria perencanaan air bersih Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU tahun 2000, sedangkan kebutuhan air irigasi dihitung berdasarkan Standar Perencanaan Irigasi (KP-01) tahun 1986. Simulasi yang digunakan yaitu dari tahun 2016-2025 dengan menggunakan Standard Operating Rule (SOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air baku masyarakat yang diasumsikan akan dilayani oleh Waduk Lamong yaitu sebesar 5,70 juta m3/thn pada tahun 2015 dan 5,74 juta m3/thn pada tahun 2025. Reliabiltas Waduk Lamong dalam melayani kebutuhan air baku akan tercapai 99,17% dengan luas areal tanam yang seluas 2.117 Ha dengan reliabilitas dalam melayani air irigasi 96,25%.


Kata Kunci


Model Mock; Thomas Fiering; reliabilitas; Standard Operating Rule

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bambang Triatmodjo, 1998, Studi Pengembangan Pulau Jawa, Fakultas Teknik, UGM.

BBWS Bengawan Solo, Kementerian Pekerjaan Umum, 2012, Detail Design Pembangunan Waduk Lamong, Laporan Akhir, BBWS Bengawan Solo, Kementerian Pekerjaan Umum, Surakarta.

Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Cipta Karya, 2000, Tentang Kriteria Perencanaan Air Bersih. Jakarta.

Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Pengairan, 1986, Standar Perencanaan Irigasi, KP-01, Jakarta.

Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, 2004, Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 360/KPTS/M/2004 Tentang Peramalan Debit Aliran Sungai.

Dwi Purwanto, 2005, Pengembangan Daerah Irigasi Baru di DAS Ngrancah Kabupaten Kulonprogo, Thesis S2 MPSA, Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, UGM, Yogyakarta.

Fatchan Nurrochmad, 1998, Manajemen Irigasi, Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, UGM, Yogyakarta.

Rachmad Jayadi, 2000, Optimasi dan Simulasi Pengembangan Sumber Daya Air, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

.

Suarjana, 2005, Analisis Potensi Tukad Unda Hilir Sebagai Sumber Air Baku Kabupaten Klungkung, Tesis Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sudjarwadi, 2008, Pengembangan Sumberdaya Air, Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Tommy Kurniawan, 2005, Kajian Operasi Air Waduk Sermo, Tesis, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.


Statistik Tampilan

Sari : 434 kali
PDF : 1590 kali


DOI: http://dx.doi.org/10.31028/ji.v9.i1.16-28

Hak Cipta (c) 2014 Jurnal Irigasi



Jurnal Irigasi terindeks oleh:

 

Creative Commons License

Jurnal ini di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License. Hak Cipta Jurnal Irigasi, didukung oleh OJS.